Senin, 04 November 2013

TRANSFORMASI SINGAPURA

Muhammad Imaduddin 1009175
Vindy Priharyadi 1001661

Singapura adalah negara kecil sehingga mudah melakukan transformasi. Namun, Singapura juga memiliki kesulitannya sendiri. Kesulitan terbesar adalah kebijakan ekonomi negara kecil sulit terlepas dari faktor regional maupun internasional, apalagi di zaman globalisasi ekonomi seperti sekarang, negara kecil lebih sulit menerapkan kebijakan secara independen. Negara kecil lebih perlu memiliki pandangan jauh dan ketegasan dalam menetapkan arah perkembangan. Kesuksesan transformasi ekonomi Singapura utamanya didukung pandangan jauh dalam adaptasi kebijakan.
Faktor kedua adalah kenyataan bahwa orang Singapura mengenal diri mereka sendiri sepenuhnya dan pandai mengambil kebijakan menurut "ukuran"nya sendiri. Kemampuan ini menyebabkan Singapura mampu menggunakan transformasi untuk menyesuaikan kembali posisinya di panggung regional maupun internasional.
Faktor ketiga, Singapura sangat pragmatis dalam penyesuaian kembali kebijakan dan sangat mengutamakan inovasi. Perkembangan sejumlah industri Singapura berhasil menemukan solusi dalam inovasi, bahkan merealisasikan terobosan ide tradisional dalam inovasi.
Faktor keempat, orang Singapura memandang transformasi sebagai proses perkembangan yang tanpa henti, sehingga tidak boleh mengendur setelah mencapai sejumlah target yang ditetapkan. Semangat berjuang itulah yang membuat Singapura terus menyesuaikan struktur industrinya dalam puluhan tahun ini.
Keadaan berbagai negara di dunia berbeda, sehingga cara pembangunan masing-masing negara juga berlainan. Singapura menempuh cara pembangunan mereka dan keberhasilannya ditentukan oleh keadaan khas negara mereka, sulit ditiru oleh negara lain. Sudah sewajarnya ekonomi Singapura masih memiliki kekurangan dan sejumlah risiko di masa mendatang. Akan tetapi, pengalaman Singapura memberikan inspirasi bahwa kemajuan dapat terus dicapai apabila negara pandai dan berani melakukan transformasi.
Singapura jika dilihat dari teori Harrod – Domar masalah perkembangan perekonomian suatu negara dilihat dari tabungan dan investasinya. Singapura merupakan negara berkembang yang sudah bisa dibilang mendekati negara maju. Dikarenakan perekonomian disana sangat stabil dan terus maju dari tahun ke tahun dan itu menjadi modal Singapura dalam bersaing di dunia internasional. Jika dilihat dari tabungan dan investasinya, Singapura merupakan negara yang sangat baik. Begitu pula dengan tabungan yang dimiliki negara ini. Setiap tahunnya selalu terjadi penigkatan, perkembangan investasi yang dilakukan di negara ini menjadi sebuah perhitungan untuk mencapai kesuksesan
Dilihat dari Etika Protestan Max Weber, Singapura merupakan negara yang sangat berkembang pesat karena kerja keras yang dilakukan oleh setiap individu untuk mencapai kepuasan negaranya, selama tidak mengganggu stabilitas sosial yang ada di negara ini. Dan yang Lebih baik lagi adalah bagaimana mementingkan kepentingan negara untuk mencapai kearah yang lebih maju tanpa merugikan pihak tertentu.
Dan bila dilihat dari teori Mc Clelland bahwa masyarakat singapura mempunyai sifat yang ulet dan mampu bekerja keras tentunya menjadi prestasi tersendiri tanpa memikirkan kepentingan satu pihak atau kepentingan individu yang mementingkan imbalannya saja. Serta di dorong dengan masyarakatnya dengan persatuannya yang tinggi, itu bisa menjadi prestasi yang membanggakan bagi Singapura sehingga pertumbuhan ekonominya semakin maju.
Maka dari itu dapat diambil kesimpulan bahwa Singapura saat ini berada di tahapan yang lebih tinggi dari Malaysia yaitu pada tahap bergerak menuju ke kedewasaan yang mana disebabkan oleh tingkat tabungan dan investasi yang meningkat efektif antara 10% hingga 20%.
Referensi :
Budiman, A. (2000). Teori Pembangunan Dunia Ketiga. Jakarta: Gramedia pustaka Utama.
P.Todaro, M. (1999). Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. Jakarta: Erlangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar