Rabu, 06 November 2013

PEMBANGUNAN DI NEGARA JEPANG (Sejarah, Nilai-Nilai Dan Permasalahan)



Agun Cahyadi             1006146
Niza Egal Septhiady   1006809



Pembangunan-pembangunan di indonesia sebagai negara berkembang (negara ketiga istilah dalam Teori Modernisasi Pasca Perang Perang Dunia Ke II ) ditujukan untuk mencapai atau bertitiktolak kepada negara-negara maju seperti Amerika. Disisi lain pembangunan tersebut memberi dampak terhadap perubahan sosial yang Dalam perkembangan pembangunan-pembangunan ekonomi kesiapan masyarakat atau mentalitas dalam pembangunan  kurang disadari, menurut Koentjaraningrat (1985:45) sifat kelemahan dalam mentalitas masyarakat Indonesia menjauhkan dari jiwa pembangunan.
Sifat-sifat itu diantaranya a) sifat mentalitas yang meremehkan mutu b) sifat mentalitas yang suka menerabas c) sifat tak percaya kepada diri sendiri d) sifat tak disiplin e) sifat mentalitas yang suka mengabaikan tanggung jawab yang kokoh.
Berangkat dari teori modernisasi baru yang dalam pembangunan tersebut tidak perlu terpatok kepada negara maju saja (Amerika), namun dapat ke segala arah. Jepang dapat dijadikan suatu contoh negara yang dapat ditiru dalam pembangunan di Indonesia..
Pembangunan di Jepang dalam hal ini modernisasi di Jepang, sudah terjadi pada Masa Meiji (1868-1912). Di bawah kaisar Meiji Jepang bergerak maju dalam pembentukan suatu bangsa yang modern yang memiliki perindustrian yang modern, lembaga-lembaga politik yang modern dan pola masyarakat yang modern. Pada tahun pertama pemerintahannya kaisar Meiji memindahkan ibukota kekaisaran dari Kyoto ke Edo, tempat kedudukan pemerintah feodal. Edo diberi nama Tokyo (ibukota timur). Di umumkan undang-undang dasar yang menetapkan sebuah kabinet dan badan-badan legislatif yang terdiri dari dua dewan. Golongan-golongan lama pada masa feodal yang membuat masyarakat terbagi-bagi di hapuskan. Pemerintahan Meiji membawa pencerahan dan imajinatif membantu membimbing bangsanya melalui peralihan yang penuh dinamika puluhan tahunnya.
Setelah zaman Meiji industrialisasi berarti pembentukan kota-kota industri baru dan ini juga ikut menyebabkan terjadinya konsentrasi penduduk di kota-kota. Di sisi lain banyak kota di Jepang yang pada mulanya merupakan kota puri milik pangeran-pangeran feodal tetap mempertahankan ciri feodalistiknya dengan penyesuaian modern. Dengan demikian meskipun aspek fisik dan material pertumbuhan itu menimbulkan terjadinya masyarakat perkotaan, namun ciri komunal yang mendalam itu tetap hidup dalam struktur sosial kota-kota Jepang (Fukutake, 1981: 5).  
Dalam pembangunan di Jepang setelah perang dunia ke 2, perekonomian Jepang hampir seluruhnya lumpuh akibat kerusakan perang diantaranya diakibatkan karena kekurangan pangan yang parah, inflasi yang tak terbendung dan pasar gelap dimana-mana. Rakyat Jepang mulai membangun ekonominya melalui tiga cara; Pertama, Demiliterisasi pasca perang dan larangan persenjataan kembali yang tertera dalam undang-undang dasar yang baru meniadakan beban berat pada sumber ekonomi bangsa dari pengeluaran di sektor militer. Kedua, pemecahan zaibatsu (gabungan bisnis atau trust yang besar) melepaskan kekuatan persaingan bebas. Dalam hal ini pertanian disalurkan kembali berdasarkan skala besar khususnya dalam sewa tanah pertanian. Ketiga, sistem prioritas produksi batu bara merupakan suatu usaha pemusatan utama dari usaha industri bangsa (International Society for educational information,1989:36)  
Dalam melihat sikap masyarakat Jepang dalam menyikapi pembangunan kita dapat melihat dari aspek nilai-nilai budaya yang berkembang dan  sejauh mana pandangan pemerintah terhadap peran pendidikan dalam pembangunan. Kesadaran status tradisional bangsa Jepang yang telah bertahan cukup lama memiliki kelebihan untuk merangsang rakyat dan berusaha mengembangkan perekonomian bersamaan dengan nilai tradisional yang dimiliki bangsa Jepang. Berkaitan dengan nilai-nilai tradisional dalam pembangunan, nilai-nilai tradisional di pandang tidak sebagai penghambat pembangunan lagi, namun nilai-nilai tradisional positif mampu menumbuhkan sikap mentalitas masyarakat dalam pembangunan tersebut.
Tradisi zaman Meiji menekankan tujuan untuk memiliki pengetahuan teknik barat sambil sementara itu tetap memelihara semangat Jepang (wakonyosai), sekaligus menitikberatkan pentingnya kesalehan-kesalehan timur serta ilmu pengetahuan dan teknologi barat mengacaukan modernisasi sehingga orang lebih mementingkan perkembangan ekonomi dan perluasan kekauatan militer (Fukutake, T, 1981: 2). Pada zaman Meiji pun seperti yang telah dibahas sebelumnya terjadi urbanisasi kedaerah perkotaan yang menjadi hal yang unik penduduk yang mengalir kedalam kota-kota besar itu tidaklah berubah menjadi warga negara modern tetapi mempertahankan ikatan-ikatan mereka dengan daerah-daerah pedesaan asal usul mereka.
Bangsa Jepang telah mengetahui peran pendidikan dalam aspek kehidupan itu sangat penting khususnya dalam pembangunan. Karena melalui pendidikan pun nilai-nilai budaya di berikan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan melalui pendidikan pun merupakan salah satu pembentukan kepribadian modern (mentalitas).
Permasalahan yang dihadapi oleh Jepang dalam pembangunan yaitu ketergantungan dengan-negara lain. Khususnya negara-negara penghasil bahan baku dalam produksi industri di Jepang. Hal tersebut  tidak terlepas  dari ketersediaan negara Jepang tehadap sumber daya alam yang dimiliki. Selain itu masalah keadaan geografis Jepang yang rawan bencana alam berupa gempa. Namun dengan hal itu menjadikan suatu tantangan tersendiri untuk bangsa Jepang dalam pembangunan.
 

4 komentar:

  1. Pembangunan di Jepang memberikan gambaran perbandingan yang seharusnya memotivasi pembangunan di Indonesia. Dengan tidak melupakan nilai-nilai tradisi yang membangun akan memberikan warna tersendiri untuk pembangunan Indonesia ke arah yang positif pula, Dengan membaca atrikel ini kita seharusnya malu dengan keadan-keadaan pembangunan yang tidak memperhatiakan nilai-nilai tradisi yang seharusnya dijaga oleh bangsa sendiri. Indonesia sebagai negara berkembang seharusnya mampu membawa kkearah pembangunan dengan mentalitas yang membangun pula

    Niza Egal Septhiadi 1006809

    BalasHapus
  2. すごい, Pembangunan Jepang perlu dijadikan contoh bagi Indonesia yang masih berkembang untuk memajukan pembangunan Indonesia.

    BalasHapus
  3. Dengan membaca artikel ini harusnya pemerintah Indonesia ini banyak mengambil contoh positif dalam pembangunan bangsa Indonesia agar lebih baik lagi dengan tidak mengubah tradisi-tradisi yg sudah ada dan tetap berpegang teguh pada nilai budaya bangsa Indonesia

    BalasHapus
  4. walaupun negara jepang merupakan negara yang rawan terjadi bencana dan ketergantungannya kepada negara-nagara yang penghasil bahan baku, itu semua menjadikan tantang bagi negara jepang untuk lebih maju. semaga negara yang sedang berkembang seperti indonesia bisa mengambil contoh dari negara jepang.

    BalasHapus