Minggu, 10 Juni 2012

PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN BUDAYA BABYLONIA PADA MASA KEKUASAAN NEBUKADNEZAR

Dinar Siti Jenab (0906408)
Nuraeni (0906095)
Yaya Sumirat (0906178)

 
Abstraksi
Peradaban Babylonia adalah salah satu peradaban yang besar yang ada di dunia pada saat itu dan sangat memberikan pengaruh besar untuk kehidupan manusia pada saat ini. Peradaban babylonia ini dibangun berdasarkan dua periode yaitu Babylonia kuno yang dipimpin oleh Hammurabi dan Babylonia baru oleh Nebukadnezar, hanya saha keduanya pada akhirnya mengalami keruntuhan.Peradaban Babylonia ini sangat terkenal akan bangunannya yang indah dan mewah, sehingga arsitektur bangunannya bisa dikatakan arsitektur yang sangat hebat.Peradaban Babylonia ini menghasilkan berbagai macam kebudayaan mulai dari peralatan, agama, ilmu pengetahuan, sistem kemasyarakatan, bahasa, sistem perekonomian, dan juga kesenian. Kebudayaan yang dihasilkan peradaban Babylon ini masih banyak yan digunakan dalam kehidupan masa kini, jadi bisa dikatakan bahwa peradaban Babylonia memberikan pengaruh besar baik untuk kehidupan masa lalu maupun untuk masa kini.

Pendahuluan
Setiap peradaban yang lahir dibumi ini pasti akan memiliki ciri khas kebudayaan yang berbeda satu sama lain, serta memiliki pengaruh besar dalam kehidupan manusia pada masa itu maupun pada masa kini. Peradaban ini lah yang kemudian mampu menyelaraskan antara manusia, alam, dan juga kebudayaan yang akan dihasilkannya. Kebudayaan merupakan hasil cipta, karsa dan rasa manusia. Kebudayaan ada  karena adanya manusia, karena kebudayaan itu pada dasarnya memang dibuat oleh manusia untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya.
Kebudayaan memang sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia, baik manusia yang hidup di masa lampau maupun manusia yang hidup di masa kini. Kebudayaan itu ada karena proses belajar dan tidak tercipta dengan sendirinya tetapi melalui proses transmisi dari generasi tua kepada generasi muda yang menjaganya sebagai sesuatu yang amat berharga. Terdapat tiga wujud kebudayaan, yaitu dalam bentuk ide, aktivitas atau benda benda yang memang dihasilkan oleh manusia. Ketiganya memang tidak akan lepas dari kebudayaan dan juga dari kehidupan manusia.
Peradaban Mesopotamia-Babilonia--yang akan dibahas dalam artikel ini--lahir dan berkembang di sekitar sungai Eufrat dan Tigris. Mesopotamia-Babilonia terkenal dalam sejarah karena hasil-hasil kebudayaannya yang bernilai tinggi, terkenal dengan karakteristik kebudayaan yang bisa dikatakan berbeda dengan hasil kebudayaan masyarakat yang lain. Kebudayaan masyarakat Mesopotamia-Babilonia ini memang sudah berkembang maju sejak puluhan abad yang lalu. Mereka mampu menciptakan kebudayaan yang memiliki nilai historis yang sangat tinggi yang menjadi karakteristik peradaban itu sendiri.
Artikel ini ditulis karena adanya dorongan untuk mengetahui dan juga mempelajari kebudayaan yang dihasilkan oleh masyarakat pada Peradaban Mesopotamia-Babilonia, khususnya pada masa pemerintahan Nebukadnezar yang lebih dikenal sebagai Baylonia Baru. Peradaban Babilonia Baru pada masa Raja Nebukadnezar merupakan peradaban yang kaya akan hasil-hasil kebudayaan yang menakjubkan.  Tujuan umum dari penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan bagaimana perkembangan kebudayaan Babylonia Baru pada masa pemerintahan Nebukadnezar serta menjelaskan hasil-hasil kebudayaan masyarakat pada waktu itu.

Awal Kemunculan Peradaban Babilonia
Babylonia adalah sebuah kerajaan kuno yang di dalamnya terdapat peradaban yang besar yang berkembang di sekitar sungai Eufrat dan juga Tigris dan sekarang termasuk pada wilayah Irak Selatan. Ada dua masa yang terkenal berkaitan dengan peradaban Babilonia ini yaitu Babilonia Kuno atau Babilonia Lama di tangan Raja Hammurabi dan Babilonia Baru di tangan Raja Nebukadnezar. Sejarah Babilon memiliki rentang waktu yang sangat panjang sampai ribuan tahun lamanya. Babilon juga dianggap sebagai pusat peradaban dunia pada waktu itu karena sudah mengenal dan mengembangkan sistem irigasi, ilmu pengetahuan, kesusastraan, perekonomian, dan hukum.
            Babylon muncul ketika Hammurabi mendirikan sebuah kerajaan di luar kerajaan Akkadian.  Akkadian Semitik sebagai bahasa resmi, dan mempertahankan bahasa Sumeria dalam bidang keagamaan, yang saat itu tidak lagi menjadi bahasa percakapan sehari-hari. Tradisi Akkadia dan Sumeria memainkan peranan penting di dalam kebudayaan Babylon kelak, dan agama akan tetap menjadi pusat kebudayaan yang penting.         
Pada kira-kira 2300 SM, Akkad dan Sumeria bersatu menjadi negara Babylonia dengan ibu kota Babylon. Pada tahun 1955 SM tahta kerajaan Babylon jatuh ditangan Hammurabi yang pada akhirnya bisa menghancurkan negara yang ada di sekitarnya, juga mempersatukan Mesopotamia serta mempersatukan daerah daerah jauh yang ada di sekitarnya pada tahun 1925 SM. Hal yang paling terkenal dari Raja Hammurabi adalah hukum yang dibuatnya yaitu Hukum Hammurabi. Hammurabi meninggal pada tahun 1912 SM dan semenjak saat itu sejarah Babylonia menunjukkan penurunan, sudah ada enam orang yang menggantikan Hammurabi tetap tetap saja tidak bisa menahan penurunan kondisi kerajaan pada saat itu.
            Pada abad ke-18 datanglah jenis bangsa lain yang menyerbu Mesopotamia yaitu bangsa Indo-Jerman atau Indo-Eropa yaitu bangsa Hittit yang berdiam di Asia Minor yang beribukota di Boghazkeui di dekat kota Ankara sekarang. Bangsa Hittit inilah yang kemudia datang menyerbu dan menghancurkan Babylon. Setelah bangsa Hittit pergi, Babylon masih bisa dibangun sampai datangnya suku Khassit yang sama sama berasal dari bangsa Indo-Jerman yang datang dari pegunungan Persia Barat, dan berakhirlah kerajaan Babylonia Lama atau Kuno yang didirikan oleh Hammurabi.
            Bangsa Khassit akhirnya bisa menguasai Babylonia 576 lamanya, tetapi mereka pada umumnya tidak merusak kebudayaan dan tatanegara yang telah dibangun oleh Hammurabi, dan saingan dari bangsa ini adalah bangsa Assyria. Bangsa Assyria sendiri, pada saat itu sangat berambisi untuk menguasai Mesopotamia yang akhirnya melalui perjungannya bisa menduduki seluruk Mesopotamia. Puncak kejayaan Assyria terdapat di pemerintahan Ashurbanipal, tetapi setelah dia meninggal keruntuhan mulai terasa sampai pada saatnya terjadi sebuah serangan dari Nabo-Palasar dan bangsa Madia dari Persia dan dengan demikian tamatlah kerajaan Assyria yang telah 5 abad lamanya yang telah memerintah dengan tangan besi dan dengan berbagai macam kekejaman.
            Pada akhirnya kerajaan Assyria dibagi oleh kaum penyerbu, Bangsa Madia mendapat bagian uatara yang kemudian bersama-sama dengan Persia mendirikan kerajaan Persia. Bagian Selatan jatuh pada Nabo-Palasar yang mendirikan kerajaan Babylonia Baru  Babylonia baru ini mengalami kebesaran kembali dibawah pemerintahan Nebukadnezar. 

Masa Pemerintahan Nebukadnezar
Nebukadnezar adalah putra tertua Nebopalasar yaitu seseorang yang merupakan pendiri kerajaan Babylonia Baru. Nebukadnezar pada awalnya hanya ditugaskan sebagai komandan militer, tetapi pada akhirnya menjadi raja sesudah ayahnya meniggal dunia. Dia menikah dengan seorang putri yang merupakan anak dari Cyaxares, yang kemudian ini bisa dikatakan perkawinan politik karena bisa menyatukan dinasti Median dan Babylon. Nebukadnezar ini adalah sosok yang sangat terampil ketika berperang dan dia juga sangat pandai dalam berpolitik. Pada masa kekuasaan Nebukadnezar, Babylon merupakan kota terbesar dari kota yang ada di dunia pada saat itu  Luasnya diperkirakan 1000 hektar dengan sungai Euprat yang melewati kerajaan itu.
            Kota Babylon yang tadinya hanya berupa reruntuhan, dibangun kembali menjadi sebuah kota yang indah dan megah dibawah kekuasaan Nebukadnezar. Pembangunan yang dia lakukan, bukanlah pembangunan yang cuma-cuma tetapi pembangunan yang dilakukan secara besar-besaran sampai mengerahkan semua budak yang ada di Babylon pada saat itu sehingga Babylon menjadi sebuah kota yang indah dan melegenda. Kota Babylon yang indah itu dikelelingi parit dan dinding ganda, dengan sungai Euprat yang mengalir melewati pusat kota dan dihubungkan dengan jembatan batu yang indah.  Di pusat kota juga dibangun sebuah ziggurat raksasa yang disebut Etemenanki (Rumah Perbatasan Antara Surga dan Bumi) yang terletak di depan kuil Marduk.
            Sebagai seorang pemimpin yang cakap, Nebukadnezar telah banyak melakukan perang militer dengan berbagi bangsa salah satunya perang militer di Syiria dan Phoenicia, memaksakan setoran upeti dari Damaskus, Tyre, dan Sidon, Dia pun melakukan perang demi terciptanya koloni-koloni seperti yang terjadi di Asia Kecil, ayitu di daratan Haiti. Pada tahun 601 SM  terlibat pertempuran Besar dengan Mesir dan pada tahun 599 SM menyerang Arabia. Pada tahun 597 SM menyerang Israel dan merebut Jerussalem sekaligus menggulingkan raja Jeholakin, Pada akhirnya Mesir dan Babylon pun terlibat perang  untuk menguasai timur dekat di sepanjang masa pemerintahan Nebukadnezar  dan hal inilah yang mendorong raja Zedekiah dari Israel untuk memberontak. Tetapi ternyata setelah 18 bulan Jerussalem dapat direbut pada 587 SM dan ribuan Yahudi pun di deportasi ke Babylon dan kuil Solomon diratakan dengan tanah.

Hasil-Hasil Kebudayaan pada masa Pemerintaha Nebukadnezar
Kita akan mencoba melihat hasil kebudayaan Babilonia Baru berdasarkan tujuh unsur kebudayaan tersebut, yaitu:
Peralatan atau alat perlengkapan hidup
            Masyarakat Babylon merupakan masyarakat yang mulai mengenal adanya perabotan dan peralatan dalam kehiudpan mereka, semua bisa terlihat dari pembangunan kota Babylon yang indah. Masyarakat Babylon sudah mengenal adanya penggunaan guci sebagai alat yang digunakan untuk menyimpan air. Masyakata Babylon juga sudah mengenal perlogaman dan juga emas sehingga banyak menciptakan dan menggunakan alat-alat yang terbuat dari logam. Selain itu, karena tekstur tanah Babylon yang banyak menghasilkan tanah liat maka mereka banyak menggunakan tanah liat dalam membuat dinding baik itu peralat rumah, dinding rumah maupun kuil.

Mata Pencaharian dan Sistem Ekonomi
Mata pencaharian dan sistem ekonomi yang banyak digunakan oleh masyarakat Babylon jika diperhatikan dari aktivitasnya mereka termasuk masyarakat yang juga hidup dari perniagaan atau perdagangan. Barang yang mereka perdagangkan berupa logam, perunggu ataupun timah putih dan hitam, mereka juga terjun dalam perdagangan gandum, sutera, kayu manis, dan yang lainnya. Babylon pun terkenal dengan kota yang memiliki sistem pengairan atau irigasi yang bagus, taman gantung pun salah satu bukti bahwa di Babylon sistem pengairan yang digunakan sudah bagus. Didukung oleh pengairan yang bagus maka, sistem pertanian banyak dilakukan oleh masyarakat Babylon. Masyarakat Babylon juga mengenal perternakan buktinya mereka banyak mempergunakan binatang sebagai alat transportasi. Binatang yang dijadikan hewan peliharaan yaitu doma, kuda, dan yang lainnya.

Sistem Kemasyarakatan
Sistem pemerintahan tertinggi pada masyarakat dipegang oleh seorang raja yang memiliki kekuasaan absolute yang melaksanakan kekuasaan legislative, judikatif, dan juga eksekutif sekaligus. Di bawah kedudukan raja adalah sekelompok gubernur atau pejabat yang ditunjuk oleh raja, walikota ataupun badan sesepuh yang ada di kota pemerintahan lokal.
Masyarakat Babylon terdiri dari tiga kelas yaitu :
1.      Awilu yaitu kelompok orang bebas dari kelas atas
2.      Muskenu yaitu orang bebas dari kelas bawah.
3.      Wardhu atau budak
Wardhu atau budak, pada awalnya adalah mereka yang merupakan tawanan perang, ada juga dari mereka yang akhirnya dijadikan penduduk Babylon yang berstatus bebas. Orang yang berstatus bebas bisa saja turun kelas sosialnya jika mereka melakukan sesuatu hal yang akhirnya menimbulkan sebuah hukuman.

Bahasa
            Bahasa yang digunakan masyarakat Babylon adalah bahasa yang dulu digunakan oleh bangsa Sumeria, karena mereka mengangap bahwa bangsa Sumeria adalah bangsa yeng pernah menempati tempat mereka pada saat ini, sehingga disebutlah bahasa kesatuan Sumeria. Sistem penulisan yang dikembangkan oleh bangsa Babylon dulunya juga dikembangkan oleh bangsa Sumeria yaitu penulisan cuneiform.

Kesenian dan Bangunan
            Peradaban Babylon memang sangat terkenal dengan seni dan arsitekturnya. Karena Babylon banyak menghasilkan tanah liat maka kebanyakan bangunan yang didirikan di sana banyak menggunakan tanah liat. Penggunaan batu bata pada saat itu membuat bangsa ini mulai mengenal plester dan kolom, langit, langit juga penggunaan keramik putih.  Kuil yang ada di Babylon biasanya dibangun dengan dinding yang diwarnai dan kadang dilapisi logam atau emas juga kadang-kadang digunakan keramik sebagai pelapis dinding. Selain kemegahan dari sebuah kuil, Babylon ini juga terkenal dengan arsitektur yang dibuat pada taman gantung dan juga menara babel.           
Selain pembangunan dalam hal arsitektur yang dihiasi tanah liat, Babylon juga terkenal dengan seni pahatan yang sangat hebat. Sehingga batu-batu disana sangat berhaga karena bisa dijadikan sebagi pahatan terutama untuk pahatan patung. Pahatan yang dihasilkan kebanyakan adalah berbentuk tiga dimensi. Rumah-rumah penduduk pun sudah banyak yang dibangun dengan baik dan sudah terdapat kamar mandi di dalamnya. Pada masa Nebukadnezar juga banyak rumah yang dengan atap datar yang ditopang dengan kayu-kayu yang dilumuri lumpur, bagi orang miskin tidak akan mampu mendapatkan kemewahan kayu hanya bisa membangun pondokan melingkar yang batu bata yang ditopang dengan tiang pusat, dinding-dindingnya dilapisi rumput-rumput panjang dan tanah liat.
Salah satu hasil keindahan arsitekturnya adalah :
1.Taman Gantung
Taman gantung ini begitu terkenal bahkan sampai sekarang, walaupun keberadaannya masih dipertanyakan, entah itu mitos ataulah sebuah kenyataan. Menurut cerita bahwa taman ini di bangun untuk menghibur istri Nebukadnezar yang bernama Amyitis yang rindu pada kampung halamannya. Amyitis, saudara perempuan raja Medes yang dinikahi oleh Nebukadnezar untuk menciptakan penyatuan antar bangsa. Kampung halaman tempat permaisuri berasal dari yang tanhnya hijau, rimbun dan bergunung-gunung dan dikota Babylon terdapat tanah yang datar, permukaan tanah Mesopotamia yang terbakar terik matahari yang membuatnya tertekan. Menurut Diodorus Siculus, seorang sejarawan yunani mneyatakan bahwa tempat dimana taman itu berdiri terdiri dari lempengan batu besar yang ditutup dengan lapisan rumput, aspal dan ubin. Di atas diletakkan penutup dengan lembaran timah, yang kalau ada air merembas melalui tanah tidak membusukkan fondasi. Diatas semua itu diletakkan tanah dengan kedalaman yang pas, yang cocok untuk pertumbahan pohon-pohon besar. Ketika tanah yang ditimbun sudah rata dan datar, ditanamlah semua jenis pohon, yang keagungan dan keindahannya membuat senang pengunnjung. (Adrison, 2010: 17)
2.      Menara Babel
Banyak ahli yang membuat kesimpulan bahwa menara Babel merupakan salah satu zigurat yang didirikan oleh bangsa Babylonia kuno. Tapi Babel bukan Babylonia, dan Menara Babel bukan merupakan zigurat. Bahkan mungkin Menara Babel bukan merupakan sebuah menara. Menurut time line sejarah di Alkitab, kota Babel telah lama ada sebelum zaman kerajaan Babylonia. Jadi bisa dipastikan Menara Babel tidak ada hubungan dengan Taman Gantung atau zigurat-zigurat yang didirikan untuk memuja Dewa Marduk. Dalam Alkitab juga tidak disebutkan bahwa Menara Babel dihancurkan. Melainkan penduduk Babel meninggalkan kota itu dan kemudian terpencar ke seluruh dunia. Sampai saat ini Menara Babel merupakan misteri yang belum berhasil diungkap oleh para ahli sejarah. Namun ada berbagai macam legenda rakyat dari peradaban kuno yang menceritakan menara Babel ini.
3.      Ziggurat
Ziggurat adalah monumen besar yang dibangun di lembah Mesopotamia Kuno dan dataran tinggi Iran bagian barat, yang berbentuk piramida berundak yang tersusun atas kisah atau tingkat yang mundur. Terdapat 32 ziggurat di dan dekat Mesopotamia yang diketahui. 28 terletak di Irak, dan 4 ada di Iran. Ziggurat merupakan tempat pemujaan para dewa orang para pendeta wanita, tetapi juga merupakan tempat perdagangan atau ekonomi. karena seluruh hasil panen yang dihasilkan oleh orang mesir di kumpulkan di dalam kuil. Dan ketika tiba musim pancaroba, maka kuil tersebut akan dibuka dan hasil panen yang telah dikumpulkan akan dibagi kan kepada para penduduk. dan ini merupakan salah satu cara untuk mempertahankan kehidupan.

Sistem Pengetahuan
1.      Astronomi
Dari banyak ilmu yang ada, astronomi dan astrologi masih menduduki peringkat pertama di antara masyarakat Babel. Astronomi adalah ilmu tertua di Babilonia. Zodiak yang saat ini kita kenal, merupakan penemuan orang Babilonia yang sangat tua. Pada masa itu, para Babel sudah bisa meramalkan kapan terjadinya gerhana matahari atau bulan. Ada banyak teks kuno yang menyebutkan tentang penelitian orang Mesopotamia tentang gerhana.
Astronomi Babilonia dipercaya menjadi dasar untuk ilmu astronomi di berbagai daerah lain di seluruh dunia, termasuk astronomi Hellenistik dan Yunani, astronomi klasik India, astronomi Sassania, Bizantium dan Syiria, astronomi Islam, astronomi Asia Tengah serta astronomi Eropa Barat. Teks astronomi tertua yang signifikan adalah catatan 63 hari dari “Enuma Anu Enlil”, catatan venus dari Ammi-Sadupa yang mencatatat kenaikan venus pertama dan terakhir di sepanjang periode sekitar 21 tahun. Dicatat juga bukti paling awal kemunculann sebuah planet yang diakui sebagai sesuatu yang terjadi secara berkala.
Selain itu, penanggalan astrolabe bujur sangkar tertua pada zaman Babyloni 1100 SM. Mul Apin, berisi catalog bintang-bintang dan susunan juga skema untuk memprediksi naiknya hellacal dan susunan planet-planet, lamanya matahari bersinar dikukr dengan jam air, gnomon, bayangan, dan lorong-lorong cahaya. Teks Babylon menyusun bintang-bintang kedalam sebuah deretan yang terletak dispenajnag lingkaran yang menurun yang digunakan untuk mengukur interval waktu, dan juga menggunakan bintang-bintang.
2.      Matematika    
Teks matematik Babel sangat banyak jumlahnya dan teredit dengan sangat baik. Sistem matematik Babel adalah sexagesimal atau bilangan berbasis 60. Oleh karena itu, di masa moderen sekarang penggunaan angka 60 seperti 60 detik dalam satu menit, 60 menit dalam satu jam, dan 360 atau 60x6 dalam derajat lingkaran. Pencapaian dalam ilmu matematika lainnya yaitu ditemukannya penentuan nilai akar kuadrat, bahkan para ilmuan Babel telan mendemonstrasikan teori Pythagoras.  Catatan kuno tentang kuadrat dan kubus yang dihitung menggunakan angka 1 hingga 60, ditemukan di Senkera dimana orang-orang telah menegenal jam matahari, clepsydra, juga tuas dan katrol, padahal saat itu mereka belum memiliki pengetahuan tentang mekanika.Bangsa Babel juga sudah lama mengenal lensa kristal dan penyalaan bubut sebelum ditemukan oleh Austen  
3.      Filsafat
Asal-usul filsafat Babilonia dapat ditelusuri kembali ke awal Mesopotamia literatur kebijaksanaan, yang diwujudkan filosofi kehidupan tertentu, khususnya etika, dalam bentuk dialektika, dialog, puisi epik, cerita rakyat, himne, lirik, prosa, dan peribahasa. Babel penalaran dan rasionalitas dikembangkan di luar empiris pengamatan. Ada kemungkinan bahwa Babel filsafat memiliki pengaruh terhadap Yunani, terutama filsafat Helenistik. Teks Babel Dialog Pesimisme mengandung kesamaan dengan atletik pemikiran dari sofis , yang Heraclitean doktrin kontras, dan dialog dari Plato, serta sebagai awal dari maieutic metode Sokrates dari Socrates . Para Milesian filsuf Thales juga diketahui telah belajar filsafat di Mesopotamia.
4.      Literatur
            Pada masa ini banyak dirikan perpustakaan dan kebanyakan dari orang Babylon sudah mengenal tulisan sehingga bisa membaca dan juga menulis. Sejumlah literature Babylon diterjemahkan dari bahasa Sumeria, bahasa agama, bahasa hukum yang kemudian menjadi bahasa kestuan Sumeria. Ada banyak karya sastra yang lahirdan judul yang paling terkenal yaitu Epic Gilgamesh dalam 12 buku yang diterjemahkan dari Sumeria awal  dan disusun berdasakan prinsip-prinsip astronomi, Setiap bagian cerita merupakan cerita petualangan tunggal Gilgamesh, Seluruh cerita merupakan sebuah hasil gabungan yang nanti akan dilekatkan pada tokoh pusat.

Religi
Pada zaman ini mereka masyarakat banyak dewa tapi yang mereka puja yaitu dewa yang pertama ialah dewa Marduk sehingga mereka banyak mendirikan kuil-kuil di dalam istana maupun di luar istana yang bisa disebut juga dengan Ziggurat. Tetapi masyarakat babylonia sendiri lebih percaya dengan bintang-bintang daripada Tuhan, karena apapun yang terjadi dalam kehidupan mereka, mereka lebih percaya ramalan bintang daripada kehendak Tuhan.
Selain itu ada sebuah festival utama di Babilonia yaitu Buylshu Mishtkaru, festival untuk mengusir roh jahat. Banyak pria Babel yang menghadiri festival ini bahkan sejak usia mereka masih sangat muda. Pada Festival ini, biasanya seorang imam akan menyembelih hewan, yang biasanya seekor sapi, sebagai sebuah persembahan agar para dewa senang. Sebagai gantinya, para dewa mungkin akan memberikan izin kepada orang-orang di festival untuk mendapatkan sebuah jimat untuk masing-masing orang yang dipercaya akan melindungi mereka selama mereka hidup.

Penutup
Asia barat daya adalah salah satu kawasan yang kaya dengan sumber daya alam, maka tak heran jika di kemudian hari di kawasan ini muncul suatu peradaban yang terdiri dari berbagai corak. Peradaban yang ada di Asia Barat Daya kebanyakan adalah peradaban yang bercorak sungai atau lembah, maksudnya peradaban tersebut berdiri disekitar sungai dan lembah yang memang merupakan salah satu sumber kehidupan mereka. Di Asia Barat daya pun muncul berbagai peradaban baik itu peradaban Mesopotamia, Sumeria, Akadia sampai adanya peradaban Babylonia yang terdiri dari dua periode.
Peradaban Babylonia berdiri dalam dua periode dengan dua penguasa yang berbeda, periode peradaban Babylonia Kuno atau lama diperintah oleh Hammurabi sedangkan peradaban Babylonia Baru diperintah oleh Nebukadnezar. Kedua raja tersebut memeiliki kekuatan yang sangat besar sehingga banyak yang bisa diunggulkan dari peradaban babylonia ini, walalupun akhirnya hancur oleh kerajaan lainnya. Babylonia baru pada masa Nebukadnezar ini merupakan kota yang sangat indah yang dibangun dengan arsitektur yang sangat megah, dan tidak ada sebelumnya dan juga belum tentu bisa ada yang meniru setelahnya.Peninggalan pada masa Babylonia baru yang sangat terkenal adalah adanya Taman Gantung yang dikatakan sebagai sebuah hadiah persembahan kepada istri Nebukadnezar, juga adanya Ziggurat dan Menara Babel sebagai wujud persembahan mereka terhadap Tuhan yang mereka percayai.
Peradaban Babylonia ini adalah sebagain figur atau gambaran peradaban masa lalu yang hebat yang bisa memberikan kontribusi terhadap peradaban masa kini. Banyak hal yang bisa kita ambil dari sebuah peradaban baik itu kebudayaan ataupun hal-hal yang bisa menjadikan pelajaran bagi kehidupan masyarakat pada masa kini.

DAFTAR PUSTAKA

Iryadi, Achmad. (2008). Pengantar Sejarah Asia Barat Daya. Bandung : UPI press.
Koentrajaningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta : Rineka Cipta.
Mudammad, Ardison. (2010). Babylonia: Menyusuri Jejak Kota Yang Hilang. Surabaya : Liris.
Soekanto, Soerjono. (2007). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Toynbee, Arnold. (2004). Sejarah Umat Manusia: Uraian Analistis, Kronologis, Naratif, Dan Komparatif. Yogyakarta : Pustaka Belajar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar