Selasa, 19 Juni 2012

Pengaruh Restorasi Meiji terhadap Modernisasi Jepang

Oleh :
M Nur Kholis Majid (0906059)
Muhammad Fitrah   (0906734)
Listiani Chofia B       (0908891)
Restorasi meiji yang dikenal juga dengan sebutan Meiji Ishin merupakan suatu kegiatan pembaharuan sehingga menyebabkan perubahan dalam struktur politik serta sosial masyarakat jepang. Sebelum tahun 1853 jepang merupakan Negara yang tertutup dari bangsa asing terutama ketika dibawah pemerintahan Shogun Tokugawa. Pada masa pemerintahan Tokugawa dijalankan sebuah politik isolasi atau bisa juga disebut dengan politik Sakoku, yang artinya menutup diri (Negara) untuk berhubungan dengan dunia internasional. Dalam hal perdagangan hanya orang-orang China dan Belanda yang diperbolehkan untuk melakukan perdagangan ke Jepang dan itu pun terbatas dan hanya pada waktu-waktu tertentu. Dorongan modernisasi Jepang pada akhirnya muncul ketika Angkatan Laut Amerika datang ke Jepang di bawah pimpinan Laksamana Perry. Kemudian terjadi perundingan antara Amerika dengan Shogun yang saat itu memimpin Jepang yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Shimoda oleh Shogun. Secara garis besar isi dari perjanjian tersebut adalah pembukaan Jepang bagi Amerika, maksudnya bahwa Amerika diperbolehkan untuk datang dan masuk ke Jepang untuk melakukan perdagangan dan hubungan luar negeri.
Perjanjian antara Shogun dan Amerika tersebut telah mengakibatkan munculnya gerakan-gerakan anti Shogun serta timbul gerakan-gerakan untuk memperkuat kekuasaan Tenno. Oleh karena itu setelah terjadinya Restorasi Meiji terdapat beberapa perubahan dalam struktur politik, militer, sosial, ekonomi maupun pendidikan masyarakat Jepang.
Politik
Dalam bidang politik langkah pertama yang diambil oleh Kaisar Meiji adalah memindahkan ibukota pemerintahan Jepang dari Kyoto  ke Yedo yang kemudian diganti namanya dengan Tokyo. Langkah selanjutnya dalam politik dan pemerintahan di Jepang adalah sebagai berikut:
a.       Diciptakan bendera kebangsaan Jepang Hinomaru beserta lagu kebangsaannya Kimigayo.
b.      Shintoisme dijadikan sebagai agama nasional
c.       Disusunnya Undang-Undang Dasar sebagai konstitusi Jepang
d.      Dibentuk parlemen dan cabinet
e.       Tenno menjadi kepala Negara yang bersifat sebagai Dewa Abadi
f.       Hapusnya sistem feodalisme yang berkembang dan dilaksanakan pada masa shogun Tokugawa
g.      Terjadinya penghapusan daimyo dan jabatan Shogun dan samurai dibubarkan. Hal tersebut mengakibatkan perubahan kedudukan, para Daimyo diangkat sebagai pegawai negeri dan samurai dijadikan sebagai tentara nasional. Selain tanah-tanah yang sebelumnya dikuasai oleh para daimyo dan bangsawan diserahkan kepada Tenno.
Militer
Dalam hal militer terdapat dua peranan besar yang mempengaruhi pembaharuan angkatan perang yaitu Choshu dan Satsuma. Choshu yang memegang angkatan darat lebih condong ke Jerman dalam angkatan perangnya. Sedangkan Satsuma yang menguasai angkatan laut lebih condong ke Inggris dalam kekuatan militernya. Bersamaan dengan modernisasi angkatan perang tersebut dihidupkan kembali dengan ajaran Bushido sebagai jiwa kemiliterannya. Selain itu tiap-tiap warga Negara yang berumur sudah 20 tahun dikenakan wajib militer dan untuk prakteknya dikirim ke daerah-daerah perbatasan yang berbahaya. Posisi kementerian pertahanan tidak bertanggungjawab terhadap parlemen tetapi kepada Tenno. Dengan demikian kementerian pertahanan memiliki kedudukan yang sangat kuat hingga pada akhirnya ia dapat menjelma menjadi Gunbatsu ( Pemerintahan Diktator Militer).
Salah satu yang menjadi gejolak dalam pemerintahan jepang dari bidang militer adalah dengan dilaksanakannya pembubaran samurai yang diganti menjadi tentara nasional. Hal tersebut dilakukan agar ada tentara yang kompeten untuk melindungi Tenno, selain itu untuk mencegah terjadi pemberontak akibat kembalinya pemerintahan Tenno. Apalagi orang-orang yang disebut golongan reformis berada di dalam kelompok Samurai. Akibatnya dengan adanya penghapusan Samurai tersebut menimbulkan pemberontakan yang dikenal dengan pemberontakan Satsuma pada tahun 1877.  Pemberontakan Satsuma selain karena penghapusan Samurai juga dikarenakan adanya peraturan penghapusan pedang Haito-Rei yang melarang Samurai untuk membawa ketana yang merupakan senjata para Samurai.
Ekonomi
Perekonomian pada masa Tokugawa masih sangat terbatas dan hanya bersifat perdagangan antar daerah dan barang- barang yang diperdagangkan hanya sebatas pada beras dan barang tekstil. Seperti telah diketahui pada masa pemerintahan Tokugawa pemerintahannya menetapkan untuk menjalankan politik isolasi begitu pun dalam hal perekonomian, terdapat larangan untuk berhubungan dan berdagang dengan orang asing. Tujuannya untuk memurnikan jepang agar tidak tercampur kebudayaannya dengan asing, tetapi justru diterapkan sistem politik osilasi tersebut mengakibatkan masyarakat jepang menjadi terisolasi dari pergaulan dari dunia  internasional dan perekonomian Jepang kurang dapat berkembang. Hal tersebut dilakukan terutama karena sikap samurai yang memandang rendah akan segala hal yang berkaitan dengan uang termasuk di dalamnya perdagangan. Maka dengan adanya restorasi Meiji telah memberikan kesempatan pada Jepang untuk berkembang dan melakukan pembaharuan. Pembaharuan yang paling utama dilakukan adalah penghapusan sistem feodal yang diterapkan selama masa pemerintahan Tokugawa.
Pembaharuan yang dilakukan oleh Jepang juga adalah dalam industry. Dalam hal ini Jepang mulai meniru sistem pendidikan dunia barat dengan menerapkan sistem moneter dan sistem pajak yang menungkinkan untuk berkembangnya kaum pemodal atau kapitalis. Modernisasi dalam industry dilakukan dengan memodernisasi mesin-mesin produksi yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan. Dengan adanya perkembangan industry tersebut menimbulkan golongan baru yaitu kapitalis yang berkuasa di bawah militer.
Akibat modernisasi Jepang dalam bidang ekonomi adalah sebagai berikut :
a.       Industry jepang semakin berkembang dengan pesat
b.      Jumlah penduduk semakin bertambah sementara luas lahan semakin sempit (ledakan penduduk)
c.       Sebagai Negara yang merasa telah maju timbul keinginan untuk mengikuti Negara barat yaitu bersaing untuk mendapatkan daerah jajahan yang akan digunakan sebagai daerah pemasok hasil industry dan sebagai daerah yang menyediakan bahan baku untuk industry
Sosial dan Pendidikan
Selain membawa perubahan terhadap politik, ekonomi, maupun militer restorasi meiji juga telah membawa perubahan terhadap pendidikan di Jepang. Anak-anak pada masa ini telah mendapatkan pendidikan ala barat yang tidak pernah ada ketika kepemimpinan Shogun. Akibat modernisasi tersebut telah memberikan pengaruh terhadap pendidikan. Telah dilakukan sistem pendidikan baru yaitu kewajiban belajar bagi semua penduduk yang di mulai pada anak usia 6 tahun. Pertama-tama kewajiban belajar tersebut hanya berlangsung 4 tahun tapi kemudian diberlakukan menjadi 8 tahun. Salah satu hal yang paling penting adalah pertukaran pelajar ke luar negeri untuk menyempurnakan ilmu pengetahuan. Dan mereka harus kembali ke Jepang dan mengamalkan apa yang telah ia dapat di luar negeri untuk modernisasi di jepang. Dalam bidang sosial masyarakat jepang diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sosial.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar