Selasa, 19 Juni 2012

Perkembangan filsafat Cina: Tinjauan Perkembangan Sosial Religi masyarakat Cina

Oleh :
Anita Megamarinti
Galih Somantri
Hasan
PERKEMBANGAN FILSAFAT CINA
filsafat cina memiliki sejarah panjang dalam perkembangannya.filsafat cina yang muncul didahuli oleh mitologi, legenda dan takhayul cina filsafat cina sudah muncul sejak zaman dinasti zhou (1122-256 SM) maka dengan demilkian filsafat cina dapat dikatakan memiliki sejarah jauh lebih panjang dibandingkan dengan filsafat yunani yang saat ini  membentuk filsafat barat, menjadi dasar ilmu pengetahuan dan mempengaruhi globalisasi. Cara berfikir filsafat cina memiliki ruang tersendiri, filsafat cina meninggalkan pengaruh tak hanya di negeri asalnya melainkan juga di negeri lain seperti Jepang, Taiwan, Korea, Vietnam dan Singapura.
Filsafat cina memiliki keunikan tersendiri dan suatu misteri dimana filsafat cina mampu mendukung suatu kebudayaan sehingga terus berlangsung selama tiga milenium. Kedati sejarah kelahirannya yang panjang namun filsafaat cina belum terlalu tua dalam khasanah akademik internasional sekitar zaman pencerahan berlanjut pada abad ke-17 – 18 para ahli sinologi menaruh perhatiaannya terhadap filsafat cina. Suatu hal yang tidak mudah dalam mempelajari filsafat cina, jika berbicara filsafat cina maka tidak bisa dilepaskan dengan geografi, tradisi, sejarah politik, sastra, terutama dengan bahasa Han yang terdapat di cina. Filsafat cina memiliki keunikan tersendiri yang membedakan dengan filsafat barat ataupun filsafat India. Dalam penulisan filsafat cina lebih menekankan pada pemberian kesan ( suggetive) dibanding dengan gaya definitif yang bisa kita temukan pada filsafat barat. ‘..Seperti yang dikatakan Fung Yulan, bukannya ‘to read along the lines” (membaca disepanjang baris) melainkan “to read between the lines” ( membaca di antara baris)..’ (sejarah filsafat tiongkok 2010: 10-11). Dalam mempelajari filsafat cina ada pepatah bahwa  kita harus pandai membaca apa yang tidak tertulis, melihat yang tidak tampak, dan mendengar apa yang tak diucapkan. Filsafat cina lebih pragmatis, didalamnya diajarkan bagaimana manusia harus bertindak supaya terjadi keseimbangan antara dunia dan surgawi, maka manusia menurut filsafat cina dapat menentukan nasib dan tujuannya sendiri hal itulah yang mempengaruhi kepribadian bangsa cina yang terkenal dengan kemandiriannya. Secara umum filsafat cina menekankan kebajkan, kebijaksanaan, kekeluargaan, harmoni dan penghormatan kepada leluruh sedangkan filsafat barat menekankan ambisi, individualisme, rasionalitas, kekuatan dan kebebasan. Dengan berbagai perbedaan keduanya terdapat kesamaan juga yaitu baik filsafat cina maupun barat memandang harmoni antara alam dengan manusia sebagai tujuan akhir dari filosofi yang terus berproses tanpa henti.
Filsafat cina mula-mula menfokuskan diri pada alam raya (Tian) tetapi langsug dengan kaitannya dengan manusia yang harus sejalan dengan alam itu. Filsafat cina terutama berkembang dan bersemi di kawasan utara cina, bukan kawasan selatan terutama disepanjang sungai Huang-he dan sungai Wei, kecenderungan itu diakibatkan oleh orang-orang yang karena menghadapi cuaca yang lebih keras, mereka juga serius dalam menghadapi tantangan hidup dan usaha memahami maknanya. Untuk lebih memahami sejarah tiongkok maka harus mengenal pembabakan histori dari berbagai dinasti yang telah berkuasa di cina, yaitu :
  1. Dinasti Xia ( 2205-1766 SM)
Beberapa sumber menyatakan dinasti Xia termasuk kedalam masa prasejarah karena bukti historinya masih sering diragukan, tidak banyak sumber yang menceritakan mengenai peninggalan Dinasti Xia. Suatu yang menarik justru lebih banyak sumber yang didapat dari zaman sebelun Dinasti Xia ini mengenai legenda maupun folklore. Meskipun demikian sekitar tahun 1950 di suatu situs dekat kota Yanshi ditemukan bekas-bekas istana Dinasti Xia namun peninggalan berupa tulisan yang menunjukan nama Dinasti ataupun para penguasanya tidak ditemukan. Jelaslah filsafat tiongkok belum muncul pada masa ini.

  1. Dinasti Shang ( 1766-1123 )
Disebut juga Dinasti Yin oleh orang Dinasti Zhou. Dinasti ini berkebang sekitar daerah sungai  Huang-he. Beberapa ahli sejarah menyatakan Dinasti Sang merupakan awal mula sejarah tertulis cina, ditandai dengan terdapat banyak peninggalan temprung kura-kura yang ditulisi aksara sehingga menjadi cikal bakal aksara Han sekarang ini.
  1. Dinasti Zhou ( 1122-256 SM )
Pada masa Dinasti Zhou ini kebudayaan yang ditandai sastra dan filsafat cina baru mulai berkembang. Dinasti Zhou yang merupakan dinasti terpanjang dalam sejarah cina merentang zaman sejak dimulainya penulisan aksara-aksara orakel pada tempurung kura-kura sampai pada zaman penulisan naskah-naskah tionghoa klasik yang kita kenal sekaranh ini. Filsafat cina yang pertama kali ditandi oleh Kunfusianisme dan Daoisme berkembang dalam periode pertengahan Dinasti Zhou yang dinamai dengan zaman Chungqiu atau periode musim semi dan musim gugur. Fung Yulan menyebutkan zaman ini sebagai zaman para filsof. Sebutan itu menggambarkan ketika Dinasti Zhou jatuh bangun menjelang datangnya Qin Shi Huangdi yang menjadi cikal bakal Dinasti Qin. Pada masa Dinasti ini orang-orang terpelajar bebas bergerak dari istana ke istana, naskah-naskah klasik yang kemudian menjadi standar untuk zaman selanjutnya dihasilkan dari masa dinasti  Zhou. Salah satu naskah tua yang dihasilkan adalah Shijing buku tembang yang memuat 305 syair dan dihasilkan dalam kurun waktu yang panjang atara tahun 1100 dan 600 SM. Naskah ini menjadi pedoman hidup untuk rakyat maupun penguasa Zhou, selain itu ada naskah Liujing yang merupakan literatur wajib dalam filsafat kuno. Pada akhir masa ini pun terjadi pergorakan sosial dan politik, Pergolakan sosial dan politik pada akhir masa Dinasti Chou tersebut menimbulkan banyak masalah untuk segera dipecahkan. Keadaan chaos itu menjadi pendorong dan motivasi bagi para pemikir (filosof) untuk mengerahkan pemikirannya guna menemukan cara mengatasi krisis moral dan politik yang timbul pada zaman itu. Karena banyaknya para pemikir yang tumbuh dan tersebar pada bagian akhir zaman Dinasti Chou, muncullah satu istilah yang biasa disebut “seratus aliran ajaran filsafat”. Kegiatan pemikiran dan ajaran filsafat tersebut dipupuk dan diperkuat oleh semakin merebaknya pertentangan-pertentangan politik kala itu yang menimbulkan kesadaran berpikir mengenai moral dan politik. Salah satu aliran filsafat yang kemudian mengalami kemajuan pesat dan terkenal pada saat itu adalah Confusianisme
  1. Dinasti Qin ( 221- 206 SM )
Dinasti Qin merupakan Dinasti yang menggantikan Dinasti Zhou, rajanya Qin Shi Huangdi berhasil mempersatukan tujuh kerajaan sekaligus yang masuk pada kekaisaran Qin. Pada masa ini banyak kemajuan mulai dari militer, ekonomi dan pengetahuan. Pada bidang hukum memberlakukan hukum yang sangat ketat berkat penerapan ajaran Fa-jia. Pada masa ini pula terjadi pembunuhan terhadap 460 sarjana konfusianisme dengan menyuruh orang untuk mengubur mereka hidup-hidup dan pembakaran semua buku, kecuali buku-buku mengenai kedokteran, pertanian dan ilmu nujum. Masa ini merupakan masa yang kelam bagi para kunfusianisme karena terjadi pelarangan terhadap ajaran ini.
  1. Dinasti Han (206 SM- 220 M)
Pada masa ini terjadi restorasi terhadap khasanah filsafat dan sastra cina yang menjadi korban besar dari peristiwa pembakaran buku masa Qin. Pencarian dan pengumpulan kembali naskah-naskah yang cerai berai dilakukan dalam sejumlah proyek yang diperintahkan oleh pelbagai kaisar Dinasti Han. Masa ini telah titemukan cara pembuatan kertas dan teknik percetakan sehingga mempermudah dalam penyimpanan naskah-naskah filsafat, selain itu buddhisme mulai masuk ke cina. Pada masa inipun untuk pertamakalinya sejarah cina ditulis,yaitu oleh Szu Ma Ch’ien yang merupakan sejarahwan cina yang berasal dari Dinasti Han hidup sekitar 100 SM.


  1. Dinasti Tang (618-907 M )
Kerajaan T’ang didirikan oleh Li Shih Min yang terkenal dengan nama Kaisar T’ang T’ai Tsung. Ia memperluas wilayah kekuasaannya ke luar negeri Cina seperti selatan menguasai Ton-kin, Annam dan Kamboja. Ke sebelah barat menguasai Persia dan laut Kaspia. Di bawah kekuasaan T’ang T’ai Tsung, Dinasti T’ang mencapai masa kejayaannya. Pada bidang seni syair dan seni lukis terdapat seniman-seniman yang terkenal seperti Li Tai Po, Tu Fu, dan Wang Wei.
Tindakan-tindakan kaisar T’ang T’ai Tsung yang menarik perhatian rakyatnya adalah sebagai berikut:
1.  Dikeluarkannya undang-undang yang mengatur pembagian tanah.
2.   Membuat peraturan-peraturan pajak.
3.   Membagi Kerajaan Cina menjadi 10 Provinsi.
Pada abad ke-10 M, dinasti T’ang runtuh dan Cina kembali mengalami kekacauan dan silih berganti raja-raja memerintah. Baru pada tahun 960 kekacauan ini berhasil diatasi dan selanjutnya berdiri Dinasti Song. Pada Masa ini pula terjadi pemberangusan terhadap buddhisme.
  1. Dinasti Song ( 960- 1275 M )
Zaman ini memunculkan seorang filsof yang sebaiknya tidak dilewatkan yaitu Zhu Xi (1130-1200 M) yang menginjeksi gagasan-gagasan Daois danbuddhis kedalam kunfusianisme.
  1. Dinasti Yuan ( 1279-1368 M )
Dinasti ini didirikan oleh orang-orang mongol yang behhasilkan menggulgkan dinasti sebelumnya dibawah pimpinanan kubilai khan yang merupakan cucu dari Genghis Khan. Kemungkinan besar Kubilai Khan berperan memperkenalkan cina ke dratan eropa, dimasa pemerintahannya orang-orang eropa mulai mendalami naskah-naskah klasik cina.
  1. Dinasti Ming ( 1368- 1644 M )
Dinasti Ming adalah dinasti satu dari dua dinasti yang didirikan oleh pemberontakan petani sepanjang sejarah Cina. Dinasti ini adalah dinasti bangsa Han yang terakhir memerintah setelah Dinasti Song. Pada tahun 1368, Zhu Yuanzhang berhasil mengusir bangsa Mongol kembali ke utara dan menghancurkan Dinasti Yuan yang mereka dirikan. Ia mendirikan dinasti Ming dengan ibukotanya di Yingtian (sekarang Nanjing) sebelum putranya, Zhu Di, yang menjadi kaisar ke-3 memindahkan ibukota ke Shuntian (sekarang Beijing). Yingtian kemudian berganti nama menjadi Nanjing (ibukota selatan).
Pada masa ini kaum neo-kunfusianis lebih memusatkan perkembangan ilmu dan filsafat sehinnga masuklah pada zaman politik menutup diri dari luar cina dan segala bentuk kemajuan.
  1. Dinasti Qing/Ch’ing (1644-1912 M)
Merupakan dinasti yang didirikan oleh kaum manchu.
  1. Republik Tiongkok ( Zhonghua Minguo 1912 M)
Pada tahun 1912 Dinasti Qin runtuh kemudian didirikan Republik Tiongkok oleh Dr. Sun Yat Sen.

Bedasarkan pembabakan  sejarah di Cina filsafat mulai muncul pada masa Dinasti Zhou ditandai dengan munculnya kunfusianisme dan daoisme. Pada perkembangan selanjutnya filsafat cina semakin berkembang dan banyak bermunculan, namun ada sebagian filsafat yang dilarang seperti kunfusianisme pada masa Dinasti Qin, sedangkan pada masa Dinasti Han hal tersebut diperbaiki sehingga para filsafat dapat berkembang kembali terutama kunfusianisme.  Perkembangan selanjutnya terdapat dua aliran filsafat besar yang berkembang, yaitu Confusianisme dan Taoisme. Kong Hu Cu merupakan seorang filosof besar Cina. Dialah orang pertama pengembang sistem yang memadukan alam fikiran dan kepercayaan orang Cina yang paling besar filosofinya menyangkut moralitas orang perorang dan konsepsi suatu pemerintahan tentang cara-cara melayani rakyat dan memerintahnya lewat tingkah laku teladan yang sekarang telah menyerap dalam kehidupan dan kebudayaan orang Cina selama lebih dari dua ribu tahun. Dari pengaruh pemikiran inilah Confusianisme banyak menghasilkan para intelektual di Cina, dan pengaruh intelektualnya ini berpengaruh terhadap sebagian penduduk di dunia.

PERKEMBANGAN KOSMOLOGI CINA
                        Dalam sejarah cina pandangan bangsa cina mengenai penciptaan alam jagat raya memiliki banyak cerita mitos tentang kosmologi. Kosmologi adalah pengetahuan yang meneliti asal usul, struktur, hubungan ruang-waktu dalam alam semesta, atau dapat pula dikatakan ilmu tentang asal mula dunia, hubungannya dengan tata surya dan alam semesta. Seperti yang dinyatakan sebelumnya maka kosmologi mempelajari mengenai alam semesta sebagai suatu sistem yang rasional dan teratur pula. Terkadang kosmologi terkait dengan bidang ilmu astronomi dimana berupaya dalam membangun hipotesa mengenai asal, struktur, ciri khas, perkembangan alam fisik. Secara tradisional kosmologi sering dianggap bagian dari metafisika, dimana didalamnya terdapat ide-ide awal pada masyrakat purba dimana manusi menjelaskan tempatnya dalam alam semesta. Dalam masyarakat cina kosmologi identik dengan mitos-mitos masyarakat, seperti sebuah narasi yang dikutip ini mengenai baimana penciptaan alam semesta yang konon diciptakan oleh Pan-gu :
“Apabila seorang anak kecil bertanya pada ibunja;“ Binatag itu apa? siapakah jang membuat matahari?”, maka djawab ibunya: “jang membuat semua itu ialah Pan Ku. Ia seorang manusia jang sakti, jang hidup dalam djaman jang sudah lama lampau, jaitu ketika bumi, langit dan air masih berjampur menddjadi satu dan belum ada matahari dan bulan. Pan Ku berdiri ditengah-tengah itu semua dengan sebuah pahat dan sebuah palu, lalu ia mentjiptakan langit dan memahat bumi. Semantara ia bekerdja, ia mendjadi besar; achirnya ia dapat mengangkat langit untk ditempatkan di tempatja dan untuk membentangkan bumi. Tangan kiri memegang matahari dan tangan kanan memegang bulan. Sesudah semua ini selesai dengan teratur dan tertib, maka matilah Pan Ku; tetapi kematianja itu bahkan menjempurnakan pekerjaannya. Kepalanja mendjadi gunung, nafasnja mendjadi angin dan awan, suaranja mendjadi guntur, darahnja menjadi sungai dan dagingnja mendjadi tanah; tulangnja mendjadi batu dan sumsum-tulangnja menjadi logam dan batu permata jang berharga dan tersimpan dalam gung batu itu.” (Sejarah Filsafat Tiongkok, 2010 :47).
Dalam narasi tersebut disebutkan mengenai bagaimana alam raya tercipta yaitu dari seorang manusi yang bernama Pan Ku. Narasi tersebut sarat dengan sutu nilai yang tidak rasionallitas (tidak masuk akal) atau biasa disebut mitos, namun pada kenyataannya masyarak cina percaya akan kosmologi penciptaan alam jagat raya tersebut. Dalam kosmologi cina orang percaya bahwa alam semesta merupakan sistem yang organis, dimana ada hubungan antara alam spritual dengan alam manusia yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Bagi orang cina kosmos itu terdiri dari langit, bumi, dan segala yang berada disekitarnya. Pada kosmologi tiongkok tidak mengenal alam jahat jadi segala benncana dipandang sebagai suatu ketidak seimbangan yang diakibatkan oleh alam terganggu oleh ulah manusia.
Kosmologi cina erat kaitannya dengan filsafat cina, dimana kosmologi cina masuk atau terdapat dalam filsafat cina yang kaya akan naturalisme yang paradoksal namun sekaligus juga integral.

KONFUSIUS DAN PANDANGAN HIDUP MASYARAKAT CINA
Konfusius merupakan sebuah aliran filsafat yang hadir pada dinasti Zhou. Ajaran Konfusius lebih menekankan diri pada Ren yang berarti berorientasi pada hidup bermasyarakat secara baik (T. Ivan: History of China,2009). Dala ajaran ini memang tidak mengenal konsep mengenai tuhan, menurut Konfusius sendiri konsepsi tentang tuhan adalah sesuatu yang tak dapat dijelaskan oleh seorang manusia.
Cinta kasih dan hidup dengan penuh welas asih adalah ajara utama dari Konfusius. Hal ini lebih dikarenakan pandangan Konfusius terhadap 3 penguasa yang menjadi legenda bangasa tiongkok yaitu Yao  (2356SM), Shun (2204SM), dan Yu (2205SM). Ketiga raja legenda itu merupakan sosok pemimpin yang sangat bijaksana sehingga menjadi teladan bagi para raja sesudahnya (C. Alexander Simpkins dan Annellen Simpkins: Simple Confusianism, 2009). Meski cerita mengenai ketiga raja tersebut hanyalah legenda, tetapi menurut Konfusius pola hidup setiap manusia harus seperti itu agar tercipta sebuah tatanan masyarakat yang harmonis.
Sikap humanis yang dimiliki Konfusius menjadi sorotan pada masa dinasti Zhou yang sedang mengalami degradasi moral. Meskipun konsep-konsep yang dikemukakan oleh Konfusius baru digunakan dan menjadi dasar pemerintahan pada dinasti Han. Pemikiran-pemikiran Konfusius menjadi landasan dalam menjalankan roda pemerintahan dan pada perkembangan berikutnya aliran Konfusius ini semakin popular karena telah menciptakan kaum-kaum terpelajar (gentry).
Meskipun kaum gentry telah ada sebelum dinasti Han berkuasa, namun yang membedakan kaum gentry dengan kaum terpelajar dinasti sebelumnya terdapat pada garis keturunan. Pada masa dinasti Han, kaum gentry tidaklah harus seorang keturunan bangsawan. Rakyat yang memiliki kemampuan pun bisa menjadi kaum gentry.
Bagi Konfusius pendidikan tidak hanya mengarah pada pengetahuan mengenai pemerintahan ataupun perang, tapi dalam dunia pendidikan juga berperan dalam mengembangkan moral dan membentuk suatu individu yang humanis.
Pandangan hidup yang mengacu pada cinta kasih, kebijaksanaan, kejujuran, serta kemauan untuk berusaha menjadikan ajaran Konfusius dijadikan sebuah landasan bagi raja yang berkuasa pada dinasti Han. Pemerintahan dinasti Han memahami bahwa degradasi moral dapat menghancurkan kekuasaan yang telah ada sepeti yang terjadi pada dinasti Zhou awal ajaran Konfusius lahir.
Pada zamannya, apa yang dimaksud dengan adat-istiadat telah menjadi semacam peraturan-peraturan upacara pengorbanan dan kesopanan basa-basi semata. Kemerosotan moral terjadi dimana-mana. Konfusius mengajarkan kebajikan dengan harapan bisa membawa perubahan pada masa yang kacau itu (T. Ivan: History of China,2009).
Konfusius menyadari pentingnya memperbaiki moralitas sebagai upaya untuk menciptakan suasana damai. Bagi Konfusius sendiri, mengajarkan moralitas justru lebih sulit dibandingkan dengan mengajarkan cara berperang atau memerintah.
Pendidikan berbasis moral dan etika yang dikembangkan oleh Konfusius dipandang efektif dalam menyelesaikan masalah loyalitas suatu masyarakat terhadap Negara atau penguasanya. Hal ini hapir sama dengan pendidikan karakter yang santer digembar-gemborkan pada saat ini. Perbaikan karakterbangsa melalui pendidikan karakter diharapkan mampu untuk menyelesaikan masalah degradasi moral negeri ini.
Pendidikan karakter yang selama ini dicanangkan sebenarnya tidak jauh beda dengan konsepsi Konfusius. Namun konsepsi Jean Piaget yang kini digunakan tidak lagi mengandung unsure patriarkat seperti halnya Konfusius. Meskipun demikian, Konfusius maupun piaget sepakat bahwa rasa keadilan, kejujuran dan hubungan timbal balik yang saling menguntungkan akan menghadirkan sebuah suasana yang damai dan harmoni (Piaget,J: Antara Tindakan dan Pikiran. 1988).
Keduanya juga sepakat bahwa untuk membentuk karakter tersebut dibutuhkan suatu wadah khusus. Meskipun pengembangan karakter seseorang dapat dilakukan oleh keluarga dan lingkungan, tetapi keduanya sepakat jalur pendidikan merupakan jalan yang paling efektif. Pedidikan yang hanya mengajarkan pengetahuan saja memiliki potensi yang lebih besar dalam melakukan penyimpangan moral.
Konfusius yang lahir sebelum para filsuf barat dianggap sebagai pelopor lahirnya humanisme (K, Budiono: Sejarah Fisalfat Tiongkok, 2010). Berbeda denga pemahaman para filsuf barat yang asih erat kaitannya dengan hal-hal yang bersifat metafisik, Konfusius lebih memandang manusia secara utuh tanpa ada campur tangan dari hal-hal yang bersifat metafisik. Konfusius lebih terfokus terhadap bagaimana kualita manusia itu dan bagaimana pula perbuatannya dalam masyarakat (K, Budiono: Sejarah Fisalfat Tiongkok, 2010).
Konfusius tidak menerapan reward and punishment dalam ajarannya. Konfusius lebih cenderung memberikan contoh secara langsung dalam mengajarkan moralitas kepada para muridnya. Selain itu, Konfusius juga lebih banyak menggunakan kiasan atau sindiran yang memacu muridnya untuk berfikir secara bijak dalam bertindakl. Konfusius pun memiliki suatu standarisasi dari pengembangan moral yang ia ajarkan. Ada 8 unsur yang harus dimiliki seorang manusia jika ingin dianggap memiliki moral yang baik yaitu :Ren (cinta kasih); Yi (kebenaran); Li (kesusilaan); Zhi (bijaksana); Xin (dapat dipercaya); Zhong Shu (setia); Tiang Ming (takdir); Jun Zi (Teguh) (Lyndon Saputra (Editor): Literatur Lengkap Ajaran Konfusius,  2002).
Dari aspek-aspek tersebut yang paling menarik yaitu Tiang Ming (takdir). Konfusius memang dalam pemikirannya tidak memasukan unsure yang metafisik. Takdir menurut konfisius bukan berarti manusia pasrah pada keadaan, melainkan manusia harus berusaha secara sungguh-sungguh. Takdir yang dikatakan Konfusius berbeda dengan konsepsi takdir menurut agama nasrani, islam, maupun yang lainnya. Bagi Konfusius berusaha dengan sungguh-sungguh adalah takdir yang harus dijalani oleh seluruh manusia tanpa kecuali.
“Jika prinsip-prinsip saya bisa tegak dibumi, itulah Tiang Ming. Jika Prinsip-prinsip saya runtuh, itu juga Tiang Ming”.  Lalu Konfusius meneruskan “barang siapa tidak tahu Tiang Ming, dia tidak bisa menjadi orang besar”. Menurut Konfusius, kita memang tidak bisa mengubah nasib itu, tetapi kita dapat menentukan apa yang mau kita hasilkan dalam hidup ini dan sebagai apa yang kita hendak dikenang orang setelah kita mati (K, Budiono: Sejarah Fisalfat Tiongkok, 2010).
Seperti yang dikatakan S. Hamid Hasan artikelnya bahwa kerusakan fisik akan mudah diperbaiki, tetapi kerusakan moral adalah hal yang paling fatal karena akan menghancurkan sendi-sendi kehidupan dan Negara. Oleh karena itu kerusakan moral adalah bahaya yang sangat serius dan harus segera ditangani.
Hal ini sejalan dengan kisah awal munculnya filsafat Konfusius di china. Degradasi moral yang terjadi pada saat itu tidak disadari oleh dinasti yang berkuasa dan tidak segera ditangani, sehingga keancuran tak dapat lagi dicegah. Berkaca pada sejarah yang pernah tejadi, bukan tidak mungkin pada suatu saat degradasi moral yang terjadi pada bangsa ini akan mencapai klimaksnya dan menghancurkan bangsa ini dari dalam.


Daftar Pustaka

C. Alexander Simpkins dan Annellen Simpkins.  2006 Simple Confusianism: Tuntunan Hidup Luhur. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer/BIP.
K, Budiono. 2003. Sejarah Fisalfat Tiongkok. Yogyakarta: Jalasutra.
Saputra (Editor). 2002. Literatur Lengkap Ajaran Konfusius, Jilid 3. Batam: Lucky Publishers.
T. Ivan. History of China.2009. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media.
Wiriaatmadja, Rochiati Prof. Dr. Hj, dkk.2003. Sejarah dan Peradaban Cina.Bandung : Humaniora.

1 komentar:

  1. SAYA MAS JOKO WIDODO DI SURABAYA.
    DEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!
    HANYA DENGAN MENPROMOSIKAN WETSITE KIYAI KANJENG DIMAS DI INTERNET SAYA BARU MERASA LEGAH KARNA BERKAT BANTUAN BELIU HUTANG PIUTAN SAYA YANG RATUSAN JUTA SUDAH LUNAS SEMUA PADAHAL DULUHNYA SAYA SUDAH KE TIPU 5 KALI OLEH DUKUN YANG TIDAK BERTANGUNG JAWAB HUTANG SAYA DI MANA MANA KARNA HARUS MENBAYAR MAHAR YANG TIADA HENTINGNYA YANG INILAH YANG ITULAH'TAPI AKU TIDAK PUTUS ASA DALAM HATI KECILKU TIDAK MUNKIN SEMUA DUKUN DI INTERNET PALSU AHIRNYA KU TEMUKAN NOMOR KIYAI KANJENG DI INTERNET AKU MENDAFTAR JADI SANTRI DENGAN MENBAYAR SHAKAT YANG DI MINTA ALHASIL CUMA DENGAN WAKTU 2 HARI SAJA AKU SUDAH MENDAPATKAN APA YANG KU HARAPKAN SERIUS INI KISAH NYATA DARI SAYA.....

    …TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI KANJENG…

    **** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
    1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
    2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
    3.JUAL TUYUL MEMEK / JUAL MUSUH
    4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..

    …=>AKI KANJENG<=…
    >>>085-320-279-333<<<






    SAYA MAS JOKO WIDODO DI SURABAYA.
    DEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!
    HANYA DENGAN MENPROMOSIKAN WETSITE KIYAI KANJENG DIMAS DI INTERNET SAYA BARU MERASA LEGAH KARNA BERKAT BANTUAN BELIU HUTANG PIUTAN SAYA YANG RATUSAN JUTA SUDAH LUNAS SEMUA PADAHAL DULUHNYA SAYA SUDAH KE TIPU 5 KALI OLEH DUKUN YANG TIDAK BERTANGUNG JAWAB HUTANG SAYA DI MANA MANA KARNA HARUS MENBAYAR MAHAR YANG TIADA HENTINGNYA YANG INILAH YANG ITULAH'TAPI AKU TIDAK PUTUS ASA DALAM HATI KECILKU TIDAK MUNKIN SEMUA DUKUN DI INTERNET PALSU AHIRNYA KU TEMUKAN NOMOR KIYAI KANJENG DI INTERNET AKU MENDAFTAR JADI SANTRI DENGAN MENBAYAR SHAKAT YANG DI MINTA ALHASIL CUMA DENGAN WAKTU 2 HARI SAJA AKU SUDAH MENDAPATKAN APA YANG KU HARAPKAN SERIUS INI KISAH NYATA DARI SAYA.....

    …TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI KANJENG…

    **** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
    1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
    2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
    3.JUAL TUYUL MEMEK / JUAL MUSUH
    4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..

    …=>AKI KANJENG<=…
    >>>085-320-279-333<<<

    BalasHapus